1. Hermeneutika dan Eksegese Roma 11:36
TRINITAS - SISTEMATIKA APOLOGETIKA
------------------ BAGIAN 1 ------------------
Hermeneutika, Eksegesis, dan Trinitas: Memaknai Roma 11:36 dalam Terang Keseluruhan Wahyu Allah
1. Landasan Teoritis: Hermeneutika dan Eksegesis
Sebelum menafsirkan Roma 11:36, penting untuk membedakan dua disiplin ilmu yang mendasarinya:
Hermeneutika: Prinsip-Prinsip Interpretasi
Hermeneutika adalah kerangka filosofis dan prinsip-prinsip untuk memahami teks, khususnya teks kuno yang memiliki "jarak" budaya, bahasa, dan sejarah dengan pembaca modern.
Prinsip Kunci yang Berlaku:
1. Kesatuan Kitab Suci (Unity of Scripture): Menafsirkan suatu ayat dengan membandingkannya dengan keseluruhan pesan Alkitab. Kita melihat bagaimana ayat itu berkontribusi pada pemahaman doktrin yang lebih besar.
2. Alkitab Menafsirkan Alkitab (Scripture Interprets Scripture): Memahami ayat yang singkat atau kompleks dengan merujuk pada ayat-ayat lain yang lebih jelas dan membahas topik yang sama.
Eksegesis: Penerapan Praktis dalam Menggali Makna
Eksegesis adalah penerapan prinsip-prinsip hermeneutika untuk mengeluarkan makna dari dalam teks.
Langkah-Langkah Eksegesis untuk Roma 11:36:
1. Analisis Teks: Meninjau teks asli Yunani Koine dan terjemahannya.
2. Analisis Konteks: Membaca Roma 9-11 untuk memahami argumen Paulus yang memuncak pada ayat 36.
3. Analisis Kata Kunci: Meneliti arti kata-kata penting (`ek`, `dia`, `eis`, `autou`, `doxa`).
4. Analisis Gramatikal: Memahami struktur kalimat dan fungsi preposisi.
---
2. Eksegesis Roma 11:36: Makna Primer dan Kontekstual
Teks (NA28): ὅτι ἐξ αὐτοῦ καὶ δι᾿ αὐτοῦ καὶ εἰς αὐτὸν τὰ πάντα· αὐτῷ ἡ δόξα εἰς τοὺς αἰῶνας, ἀμήν.
Terjemahan (TB): Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.
Hasil Eksegesis:
Konteks Segera: Roma 9-11 membahas rencana keselamatan Allah yang misterius bagi Israel dan bangsa-bangsa lain. Ayat 36 adalah doxology (pujian) yang menjadi puncak renungan Paulus tentang kedalaman hikmat dan kedaulatan Allah.
Analisis Kata Kunci:
- "Segala sesuatu" (τὰ πάντα): Mencakup seluruh ciptaan, sejarah, dan keselamatan.
- Tiga Preposisi Krusial:
- ἐξ αὐτοῦ (dari Dia): Menunjukkan sumber atau asal-usul akhir segala sesuatu.
- δι᾿ αὐτοῦ (oleh Dia): Menunjukkan agen atau perantara pelaksanaan.
- εἰς αὐτὸν (kepada Dia): Menunjukkan arah atau gerakan menuju suatu tujuan.
- "Bagi Dialah kemuliaan" (αὐτῷ ἡ δόξα): Menunjukkan penerima akhir dari segala sesuatu, yaitu kemuliaan Allah.
- "Dia" (αὐτοῦ): Merujuk pada Allah yang dibahas dalam ayat-ayat sebelumnya (Roma 11:33-35).
Kesimpulan Eksegetis: Secara primer, Roma 11:36 adalah pujian kepada kedaulatan mutlak dan transendensi Allah Bapa dalam mengatur rencana keselamatan. Ayat ini menegaskan bahwa Dia adalah Sumber, Pengatur, dan Penerima akhir kemuliaan dari segala sesuatu.
---
3. Hermeneutika dan Trinitas: Melampaui Makna Primer
Meskipun makna langsung ayat ini adalah tentang Allah Bapa, prinsip Scripture Interprets Scripture membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam. Pola teologis yang diungkapkan di sini (`dari -> oleh -> kepada -> bagi Dia`) hanya dapat digenapi secara penuh ketika dibaca dalam terang keseluruhan Perjanjian Baru, yang mengungkapkan karya ketiga Pribadi Trinitas.
ἐξ αὐτοῦ (Sumber): Allah Bapa
- 1 Korintus 8:6 dengan jelas memisahkan peran: "bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya (ἐξ οὗ) berasal segala sesuatu...".
- Bapa adalah sumber kehendak, otoritas, dan asal-usul segala sesuatu.
δι᾿ αὐτοῦ (Agen): Allah Anak (Yesus Kristus)
- Peran sebagai Agen penciptaan dan penebusan secara konsisten diatribusikan kepada Yesus:
- Kolose 1:16: "segala sesuatu diciptakan oleh Dia (δι᾿ αὐτοῦ) dan untuk Dia."
- Ibrani 1:2: "yang oleh-Nya (δι᾿ οὗ) Ia telah menjadikan alam semesta."
- Yesus adalah Firman yang melaksanakan kehendak Bapa.
εἰς αὐτὸν (Arah) dan αὐτῷ ἡ δόξα (Tujuan Akhir): Peran Allah Bapa dan Roh Kudus
- Allah Bapa sebagai Tujuan Akhir: Segala sesuatu diarahkan untuk kemuliaan Allah (`αὐτῷ ἡ δόξα`). Bapa adalah penerima akhir segala kemuliaan (Wahyu 21:22-23).
- Peran Aktif Roh Kudus: Meski tidak disebutkan eksplisit dalam Roma 11:36, Perjanjian Baru mengungkapkan bahwa Roh Kudus adalah Pribadi yang aktif mengarahkan dan memandu ciptaan menuju tujuan tersebut.
- Roma 8:14: "Semua orang, yang dipimpin oleh Roh Allah, adalah anak Allah."
- Yohanes 16:13-14: "Roh Kebenaran akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran... Ia akan memuliakan Aku."
- Dengan demikian, `εἰς αὐτὸν` menggambarkan arah perjalanan menuju Bapa, `αὐτῷ ἡ δόξα` adalah destinasi akhirnya, yaitu Bapa menerima kemuliaan, dan Roh Kudus adalah pemandu yang mengerakkan dan memastikan segala sesuatu sampai kepada tujuan tersebut.
---
4. Sintesis: Pola Trinitas dalam Roma 11:36
Roma 11:36 memberikan "peta" ilahi yang, dalam terang wahyu lengkap, diisi oleh ketiga Pribadi Trinitas. Untuk menghindari kerancuan, kita membedakan dengan tegas antara "Tujuan Akhir" (`αὐτῷ ἡ δόξα` - bagi Dialah kemuliaan) dan "Proses Menuju Tujuan" (`εἰς αὐτὸν` - kepada Dia).
---
5. Kesimpulan Teologis
Roma 11:36 bukanlah "ayat Trinitas" yang eksplisit, tetapi merupakan pernyataan teologis yang sangat dalam yang, dalam terang seluruh Perjanjian Baru, hanya dapat dipahami secara penuh dan konsisten melalui lensa doktrin Trinitas. Ayat ini mengungkapkan pola kerja sama yang harmonis dan hierarkis:
1. Allah Bapa adalah Sumber (`ἐξ αὐτοῦ`) yang berdaulat dan Tujuan Akhir (`αὐτῷ ἡ δόξa`) yang menerima segala kemuliaan.
2. Allah Anak adalah Agen Pelaksana (`δι᾿ αὐτοῦ`) yang menjadi Jalan bagi terlaksananya kehendak Bapa dan bagi ciptaan untuk mendekat kepada-Nya.
3. Allah Roh Kudus adalah Agen Pengarah yang aktif bekerja di dalam ciptaan, mengerakkan dan memimpin segala sesuatu menuju (`εἰς αὐτὸν`) Tujuan Akhir tersebut.
Dengan demikian, kerancuan antara "Tujuan" dan "Pengarah" dapat dihindari. `εἰς αὐτὸν` menggambarkan arah perjalanan, `αὐτῷ ἡ δόξα` adalah destinasi akhirnya, dan Roh Kudus adalah pemandu yang memastikan kita sampai dengan selamat. Semua ini dilakukan untuk kemuliaan Allah Bapa, yang adalah Alpha dan Omega.
------------------
BAGIAN - 2
------------------
Trinitas dalam PL dan PB
Kontinuitas Karya Allah: Pola Trinitas dari Penciptaan (Kejadian 1) hingga Penebusan (Roma 11:36)
Pendahuluan: Sebuah Pola yang Abadi
Pola teologis dalam Roma 11:36 bukanlah sebuah kebetulan atau formulasi yang terisolasi. Ia merepresentasikan kontinuitas abadi dalam cara Allah yang esa itu menyatakan diri dan berkarya. Pola `ἐξ αὐτοῦ -> δι᾿ αὐτοῦ -> εἰς αὐτὸν` merupakan pengulangan dan penggenapan dari pola yang telah ada dan dapat diidentifikasi sejak catatan penciptaan dalam Kejadian 1. Hal ini menunjukkan bahwa karya penebusan dalam Kristus (konteks Roma 9-11) dikerjakan oleh Allah yang sama, dengan cara kerja yang sama, seperti saat Ia menciptakan langit dan bumi.
---
1. Pola dalam Narasi Penciptaan (Kejadian 1)
Narasi penciptaan tidak hanya menceritakan apa yang Allah ciptakan, tetapi juga bagaimana Allah mencipta. Di dalamnya, kita dapat melihat diferensiasi peran dalam keesaan Allah.
1.1. Allah (Bapa) sebagai Sumber dan Inisiator (ἐξ αὐτοῦ)
Firman Allah: "Berfirmanlah Allah (Elohim): 'Jadilah...'" (Kejadian 1:3, 6, 9, 11, 14, 20, 24, 26).
Peran: Inisiatif, kehendak berdaulat, dan otoritas untuk mencipta bersumber sepenuhnya dari-Nya. Dia adalah Sumber utama dan penyebab pertama (first cause) dari segala yang ada.
1.2. Firman sebagai Agen Pelaksana yang Kreatif (δι᾿ αὐτοῦ)
Firman yang Efektif: "Berfirmanlah Allah... dan jadilah demikian." (Kejadian 1).
Peran: Firman-Nya bukanlah sekadar suara, melainkan Agen yang aktif, berkuasa, dan efektif yang melaksanakan serta mewujudkan kehendak Bapa. Perjanjian Baru mengidentifikasi Agen ini sebagai Pribadi Firman (Logos), yaitu Yesus Kristus (Yohanes 1:1-3, 14).
1.3. Roh Allah sebagai Agen Pengarah dan Pemberi Kehidupan (εἰς αὐτὸν)
Kehadiran Roh: "Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air." (Kejadian 1:2).
Peran: Kata kerja Ibrani merachefet (melayang-layang) mengandung makna menjaga, mengerami, mengatur, dan menghidupkan. Peran Roh Allah adalah sebagai Pengerak dan Pengarah yang aktif mempersiapkan kekacauan, mengatur ciptaan, dan memberikan kehidupan—membawa segala sesuatu menuju (`εἰς`) keteraturan, keharmonisan, dan kepenuhan hidup yang dikehendaki oleh Sang Sumber.
---
2. Pola dalam Doxologi Penebusan (Roma 11:36)
Pola yang sama terlihat dalam pujian Paulus atas rencana keselamatan Allah yang dalam dan tak terselami.
2.1. ἐξ αὐτοῦ (Dari Dia) - Sumber Kedaulatan Ilahi
Allah Bapa adalah Sumber dari segala sesuatu, termasuk rencana keselamatan bagi Israel dan bangsa-bangsa (Roma 9-11). Segala sesuatu berasal dari kehendak-Nya yang berdaulat.
2.2. δι᾿ αὐτοῦ (Oleh Dia) - Agen Penebusan yang Melaksanakan
Tidak ada penyelamatan tanpa pengorbanan Kristus. Allah Anak adalah Agen Pelaksana penebusan, yang melalui ketaatan dan pengorbanan-Nya di kayu salib, kehendak Bapa untuk menyelamatkan umat manusia diwujudkan (Roma 5:1-2, 8:3-4).
2.3. εἰς αὐτὸν (Kepada Dia) - Pengarah yang Membawa kepada Tujuan
Allah Roh Kudus adalah Agen Pengarah yang menerapkan karya penebusan Kristus di dalam hati manusia (Roma 8:9-11), memimpin proses pengudusan (Roma 8:14), dan mengarahkan seluruh ciptaan menuju (`εἰς`) pemulihan akhir dan penggenapan rencana Allah, yang berpuncak pada kemuliaan bagi Bapa (`αὐτῷ ἡ δόξα`).
---
3. Tabel Sintesis: Kesatuan dalam Karya
---
4. Kesimpulan: Satu Allah, Satu Pola, Dua Fase Karya
Kesamaan pola antara Kejadian 1 dan Roma 11:36 adalah bukti yang powerful bagi kesatuan Alkitab dan pengungkapan progresif dari hakikat Allah Tritunggal.
1. Doktrin Trinitas bukanlah ciptaan gereja abad ke-4, tetapi merupakan kebenaran alkitabiah yang diungkapkan secara bertahap. Pola kerja-Nya telah ada "secara samar-samar" sejak permulaan zaman.
2. Allah tidak berubah (Imamat 13:19). Cara-Nya bekerja dalam penebusan (grace) adalah konsisten dengan cara-Nya bekerja dalam penciptaan (nature). Ia adalah Allah yang teratur dan bertujuan.
3. Roma 11:36 adalah sebuah pengakuan. Ini adalah pujian yang lahir dari kesadaran bahwa rencana keselamatan yang ajaib dan kompleks itu dikerjakan oleh Allah yang sama—Allah Tritunggal—dengan pola penciptaan yang sama yang digunakan-Nya sejak semula. Segala sesuatu benar-benar berasal dari Dia, oleh Dia, dan kepada Dia.
------------------
BAGIAN - 3
------------------
MAKNA "DARI DIA" (ἐξ αὐτοῦ) DALAM ROMA 11:36
ἐξ αὐτοῦ (ex autou): Allah Bapa sebagai Sumber Segala Sesuatu
1. Analisis Linguistik Langsung
Frasa Yunani: ἐξ αὐτοῦ (ex autou)
Preposisi: ἐξ (ex) - varian dari ἐκ (ek) sebelum huruf vokal.
Arti Preposisi: "dari dalam", "keluar dari", "berasal dari".
Fungsi Gramatikal: Menunjukkan asal-usul, sumber, atau asal-muasal sesuatu. Ini adalah preposisi yang menyatakan sebab primer (primary cause).
Kata Ganti: αὐτοῦ (autou) - genitif maskulin tunggal dari αὐτός (autos), berarti "Dia".
Makna Harfiah dalam Konteks Roma 11:36: "Segala sesuatu berasal dari (dari dalam) DIA."
2. Konteks Langsung dalam Roma 9-11
Dalam konteks Roma 9-11, "DIA" yang dimaksud jelas merujuk kepada Allah Bapa yang:
Memiliki hak mutlak atas ciptaan-Nya (Roma 9:20-21)
Berdaulat memilih dan memanggil umat-Nya (Roma 9:11-18)
Menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Roma 9:15-18)
Merencanakan keselamatan bagi Israel dan bangsa-bangsa (Roma 11:25-32)
Dengan demikian, dalam konteks ini, ἐξ αὐτοῦ terutama menegaskan bahwa:
Rencana keselamatan yang ajaib itu berasal dari kedaulatan dan inisiatif Allah Bapa
Segala sesuatu dalam sejarah keselamatan bermuara dari kehendak-Nya yang berdaulat
3. Pengertian Teologis dalam Terang Seluruh Alkitab
3.1. Sumber Keberadaan dan Penciptaan
Kejadian 1:1 - "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi."
Yesaya 44:24 - "Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit..."
Kisah 17:24-25 - "Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya... Ia sendiri memberikan kepada semua orang hidup dan nafas dan segala sesuatu."
3.2. Sumber Otoritas dan Kedaulatan
1 Korintus 8:6 - "bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya (ἐξ οὗ) berasal segala sesuatu..."
Efesus 1:11 - "Di dalam Dia kami juga... telah ditentukan dari semula menurut maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya."
3.3. Sumber Kasih Karunia dan Keselamatan
Efesus 1:3-5 - "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus... Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan..."
Yohanes 3:16 - "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal..."
2 Timotius 1:9 - "Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan dasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri."
Catatan :
"Perhatikan bahwa dalam ayat-ayat tersebut, peran sebagai Sumber (ἐξ αὐτοῦ) secara konsisten dikaitkan dengan Allah Bapa, yang membedakan-Nya dari peran Agen (δι᾿ αὐτοῦ) yang dikaitkan dengan Anak dan peran Pengarah yang dikaitkan dengan Roh Kudus."
4. Peran Khusus dalam Relasi Trinitas
Dalam doktrin Trinitas, ἐξ αὐτοῦ secara khusus dan unik mengacu pada Allah Bapa sebagai:
Sumber Keilahian (Fount of Divinity) - Asal mula keilahian dalam hubungan Trinitas
Pribadi yang Tidak Dilahirkan (Unbegotten) - Sumber tanpa asal usul
Pemberi Sumber dalam hubungan kekal dengan Anak dan Roh Kudus
Hubungan Kekal:
Bapa melahirkan Anak (Yohanes 1:18; 3:16)
Bapa menghembuskan Roh Kudus (Yohanes 15:26)
Baik Anak maupun Roh Kudus berasal dari Bapa (ἐκ τοῦ Πατρός)
5. Kesimpulan: Makna Penuh "Dari Dia"
ἐξ αὐτοῦ dalam Roma 11:36, ketika dibaca dalam terang keseluruhan Alkitab, mengungkapkan kebenaran mendalam tentang Allah Bapa sebagai:
1. Sumber Eksistensi - Segala sesuatu yang ada berasal dari-Nya
2. Sumber Otoritas - Segala kuasa dan kedaulatan berpusat pada-Nya
3. Sumber Kasih Karunia - Segala berkat dan keselamatan bermula dari-Nya
4. Sumber Keilahian - Sumber kekal dari mana Anak dilahirkan dan Roh Kudus keluar
Dengan demikian, "dari Dia" bukan hanya pernyataan tentang asal-usul kosmologis, tetapi terutama pengakuan iman akan Allah Bapa sebagai Sumber segala sesuatu, yang menjadi dasar bagi pujian Paulus atas kedalaman hikmat dan pengetahuan Allah dalam rencana keselamatan-Nya.
6. Aplikasi Iman
Pengakuan "dari Dia" mengajak kita untuk:
Mengakui ketergantungan mutlak kita pada Allah sebagai Sumber kehidupan
Bersyukur bahwa keselamatan kita berasal dari inisiatif dan kasih karunia-Nya
Menyerahkan kedaulatan hidup kita sepenuhnya kepada kehendak-Nya yang berdaulat
Memuliakan Bapa sebagai Sumber segala sesuatu yang baik
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia..." - Roma 11:36a
------------------
BAGIAN - 4
------------------
MENJAWAB KERAGUAN - 1
MENGAPA HARUS ADA ANAK DAN ROH KUDUS JIKA SEGALA SESUATU SUDAH BERSUMBER DARI BAPA?
Pertanyaan ini menyentuh misteri terdalam dari Allah Tritunggal. Alkitab tidak menjelaskan "mengapa" Allah memilih untuk ada dalam tiga Pribadi, karena hal itu berhubungan dengan hakikat-Nya yang kekal dan tidak terduga oleh akal manusia (Yesaya 55:8-9). Namun, Alkitab dengan jelas menyingkapkan bahwa memang demikianlah adanya, dan menunjukkan maksud-maksud ilahi di baliknya.
Berikut adalah penjelasan berdasarkan kesaksian Alkitab 100%:
---
1. BUKAN "HARUS ADA", TETAPI "MEMANG ADA"
Alkitab tidak mempresentasikan Anak dan Roh Kudus sebagai "tambahan" yang diperlukan, tetapi sebagai Pribadi-Pribadi kekal yang sama-sama memiliki hakikat Keallahan.
Tentang Anak (Firman):
Yohanes 1:1-2: "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah."
Kolose 1:17: "Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia."
Ibrani 1:3: "Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah."
Tentang Roh Kudus:
Kisah Para Rasul 5:3-4: Petrus berkata, "Mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus... Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
1 Korintus 2:10-11: "Karena Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah."
Kesimpulan: Anak dan Roh Kudus tidak diciptakan karena Bapa "membutuhkan" mereka. Mereka sehakikat dan kekal bersama Bapa. Mereka memang ada dalam relasi kekal Kasih dan Persekutuan (Koinonia) yang sempurna (1 Yohanes 4:8, 16).
---
2. MAKSUD ALLAH: MENYATAKAN DIRI DAN BERELASI DENGAN CIPTAAN
Alkitab menunjukkan bahwa keberadaan Allah sebagai Tritunggal adalah satu-satunya cara bagi Allah yang transenden (melampaui ciptaan) untuk menyatakan Diri-Nya secara penuh dan berelasi secara personal dengan ciptaan-Nya.
Tanpa Anak, Kita Tidak Dapat Mengenal Bapa:
Yohanes 1:18: "Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya."
Yohanes 14:9-10: "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa... Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?"
Ibrani 1:1-3: "Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya."
Tanpa Roh Kudus, Kita Tidak Dapat Mengenal Anak dan Mengalami Kasih Karunia:
Yohanes 16:14-15: "Ia (Roh Kudus) akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku."
Roma 5:5: "Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita."
1 Korintus 12:3: "Tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus."
---
3. MAKSUD ALLAH: KESELAMATAN DAN PENGUDUSAN
Rencana keselamatan manusia hanya mungkin terjadi melalui kerjasama setiap Pribadi Trinitas. Masing-masing memiliki peran yang tidak dapat digantikan.
Rencana Keselamatan berasal dari BAPA (Sumber Kasih dan Kedaulatan):
Efesus 1:3-5: "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus... Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita... menurut kasih kerelaan-Nya."
Pelaksanaan Keselamatan dikerjakan oleh ANAK (Agen Penebusan):
Efesus 1:7: "Sebab di dalam Dia (Kristus) dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya."
1 Petrus 3:18: "Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah."
Penerapan Keselamatan dikerjakan oleh ROH KUDUS (Agen yang Menguduskan):
Yohanes 3:5-6: "Jawab Yesus: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.'"
Roma 8:13-14: "Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin oleh Roh Allah, adalah anak Allah."
---
KESIMPULAN ALKITABIAH:
1. Bukan Kebutuhan, Tetapi Hakikat: Keberadaan Anak dan Roh Kudus bukanlah karena Bapa "membutuhkan" bantuan, tetapi karena itu adalah hakikat keberadaan Allah yang kekal sebagai Allah yang adalah Kasih dan Persekutuan (1 Yohanes 4:8).
2. Untuk Penyataan Diri: Allah Tritunggal ada agar Allah yang tidak terlihat dan transenden dapat menyatakan Diri-Nya secara sempurna dan dapat dikenal melalui Anak (Firman yang menjadi daging) dan Roh Kudus (yang berdiam di dalam hati kita).
3. Untuk Karya Penyelamatan: Setiap Pribadi terlibat penuh dalam karya keselamatan karena hanya dengan cara inilah kasih, anugerah, dan kekudusan Allah dapat dianugerahkan secara sempurna kepada ciptaan.
Jawaban Alkitab yang paling mendasar adalah: "Memang demikianlah adanya." Kita mengetahui "bahwa" (what) dan "bagaimana" (how) Allah adalah Tritunggal melalui penyataan-Nya, meskipun akal kita terbatas untuk memahami sepenuhnya "mengapa" (why) secara filosofis. Iman kita bersandar pada penyataan Alkitab, bukan pada spekulasi manusia.
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
------------------
BAGIAN - 5
------------------
TRINITAS: HAKIKAT ALLAH YANG ESA DAN KESEMPURNAAN-NYA YANG TAK TERDUGA
Roma 11:36 tidak berhenti sebagai sebuah pujian akan kedaulatan Allah yang tunggal. Dalam terang keseluruhan wahyu Alkitab, ayat ini justru menjadi pintu gerbang untuk memahami misteri terdalam dari hakikat Allah yang esa itu sendiri. Pengakuan "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia" mengungkapkan bahwa cara Allah berkarya—yang tampak dalam penciptaan dan penebusan—adalah cerminan langsung dari cara Allah ada dalam diri-Nya sendiri dari kekekalan.
Trinitas Bukan Nama, Melainkan Hakikat
Penting untuk dipahami bahwa "Trinitas" bukanlah sekadar nama atau model untuk menjelaskan Allah. Istilah ini adalah upaya untuk merangkum kesaksian Alkitab bahwa ke-Esa-an Allah yang alkitabiah bukanlah esa yang matematis dan tertutup (monad yang kesepian), melainkan esa yang hidup, dinamis, dan penuh relasi.
- Ulangan 6:4 ("Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!") tidak dibatalkan, justru digenapi dan diperdalam maknanya oleh pengertian Trinitas.
- Yakobus 2:19 mengatakan bahwa setan-setan pun percaya bahwa Allah itu esa, tetapi mereka gemetar. Iman Kristen percaya akan keesaan yang lebih dalam dan mulia daripada yang dipahami setan—yaitu keesaan yang berisi persekutuan dan kasih yang sempurna.
Kesempurnaan Allah Terletak pada Hakikat-Nya yang Tritunggal
Hakikat Tritunggal justru adalah bukti puncak kesempurnaan Allah, bukan ketidaksempurnaan. Seandainya Allah hanyalah satu pribadi yang tunggal sebelum penciptaan, maka Ia adalah "Allah yang sendirian", yang tidak memiliki objek untuk dikasihi dan diajak berkomunikasi secara setara dari kekekalan. Namun, Alkitab menyatakan bahwa Allah adalah Kasih (1 Yohanes 4:8, 16). Kasih memerlukan adanya pihak lain. Dari kekekalan, Bapa mengasihi Anak, Anak mengasihi Bapa, dan kasih antara mereka adalah Pribadi Roh Kudus (bdk. Agustinus). Inilah "kehidupan internal" Allah yang penuh, lengkap, dan sempurna.
Oleh karena itu, penciptaan bukanlah akibat dari "kebutuhan" atau "kekurangan" Allah, tetapi merupakan luapan dari kasih dan kemuliaan-Nya yang sudah penuh dan sempurna sejak kekal. Allah menciptakan karena Dia adalah kasih, bukan karena Dia kekurangan kasih.
Roma 11:36: Pola Karya yang Mencerminkan Hakikat
Pola `ἐξ αὐτοῦ -> δι᾿ αὐτοῦ -> εἰς αὐτὸν` dalam Roma 11:36 adalah jejak kaki (vestigia trinitatis) yang ditinggalkan oleh Allah Tritunggal dalam karya-Nya di dunia, yang memimpin kita untuk mengenal Dia sebagaimana adanya.
- `ἐξ αὐτοῦ` (dari Dia) menuntun kita kepada Allah Bapa, Sang Sumber, Originator, dan Sumber Kehendak yang berdaulat.
- `δι᾿ αὐτοῦ` (oleh Dia) menuntun kita kepada Allah Anak, Sang Firman, Agen, dan Pelaksana yang menyatakan Bapa.
- `εἰς αὐτὸν` (kepada Dia) menuntun kita kepada Allah Roh Kudus, Sang Pemberi Hidup yang mengarahkan dan menarik segala sesuatu kembali kepada Bapa, serta memampukan kita untuk sampai di sana.
Dengan demikian, kemuliaan akhir (`αὐτῷ ἡ δόξα`) bagi Allah Bapa tidak mungkin tercapai tanpa karya penuh dari Anak dan Roh Kudus. Keseluruhan proses dari sumber, pelaksanaan, hingga tujuan akhir—beserta kemuliaan yang dihasilkannya—adalah karya bersama dari Tiga Pribadi yang esa dalam hakikatnya.
Penutup: Kemuliaan bagi Tritunggal yang Esa
Roma 11:36, karena itu, adalah pujian tertinggi bagi Allah yang esa dalam Tiga Pribadi. Ini adalah pengakuan bahwa keselamatan yang begitu kaya dan kompleks—yang membuat Paulus terpana akan dalamnya kekayaan, hikmat, dan pengetahuan Allah (Rm 11:33)—hanya dapat direncanakan dan diwujudkan oleh Allah yang hakikat-Nya sendiri sama kaya, kompleks, dan sempurnanya.
Segala sesuatu adalah dari Bapa, oleh Anak, dan menuju Bapa oleh kuasa Roh Kudus. Bagi Dialah, Allah Tritunggal yang esa, kemuliaan sampai selama-lamanya!
Komentar
Posting Komentar